Kenapa?
“Apa harapan Babe untuk tahun 2008?” tanya Ibi, pada waktu menunggu detik-detik akhir pergantian tahun 2007 ke 2008. “Apa ya…. bingung juga bi? Eh.. ada ding, Babe gak mau ditinggalin orang-orang yang paling dekat dan babe sayangi!” itu jawabku. “Setuju” Ibi memberi sambutan hangat. Kenapa sepontan saya menjawab pertanyaan Ibi seperti itu, rasanya belum lama tanggal 14 Februari 2007 aku di tinggal sama Bapak, dan itu menyebabkan saya sangat shok. Bapak yang selama ini aku jadikan sahabat dan tempat berkeluh kesah harus secepat itu beliau meninggalkan kami sekeluarga. Memang mati itu pasti, namun kita semua tidak tau kapan kita akan menemuinya? Semua itu kehendak Ilahi Rabbi, yang telah mengatur segalanya untuk kita semua.
Dua bulan pertama diawal tahun 2008, kami sekeluarga menjalani hidup seperti biasa dan Alhamdulillah berkat do’a dari para sahabat, kami menjalaninya dengan kebahagiaan yang sangat dalam. Tapi yang namanya takdir sungguh tidak bias saya hindari, 10 Maret 2008 saya harus merelakan kepergian Bos, Sahabat, dan juga Bapak yang selalu membimbing saya dalam bekerja selama ini. Di usianya 43 tahun harus secepat itu meninggalkan kami semua orang-orang yang mencintainya, untuk menghadap sang Khaliq.
Memasuki pertengahan bulan ke enam di tahun ini, tepatnya 18 Juni 2008 saya kembali dikejutkan dengan berita yang membuat hati ini kembali sedih, saat kami teman-teman satu kantor di panggil oleh Big Bos ke ruang beliau. Kami semua mengira diajak makan siang di ruang beliau dan bersendaugurau seperti biasa yang kami lakukan selama ini. Setelah makan kami diajak ngobrol serius, dan yang paling mengejutkan beliau menyampaikan permohonan maaf pada kami, beliau dengan berat hati menyampaikan bila beliau mengundurkan diri dari jabatannya. Ya, di kantor memang sedikit ada konflik internal yang sebenarnya sudah selesai, namun dengan jiwa besar beliau demi kondusifnya kantor beliau memutuskan untuk mengundurkan diri. Apa mau di kata, ini sudah keputusan beliau, kami selaku staf biasa tak bias ngomong-ngomong apa pun, kecuali berdoa semoga Big Bos, selalu diberikan kekuatan hati dan iman dalam menghadapi hidup ini. Kami semua masih mengharap nasehat-nasehatmu, wejangan, guyonan, dan semua kebaikkanmu selama ini Bos. Terakhir, Allah SWT tidak pernah tidur Bos, siapa yang benar dan siapa yang salah Allah SWT yang akan mengadili-Nya nanti.
Selamat Panjang UMUR
Selamat panjang umur kami ucapkan…. untuk Ibi tercinta
Semoga panjang umur dan dimudahkan dalam segala hal, Amin.
dari kami
BABE & KAKAK
Pakar Telematika itu…
Baca berita dari tetangga sebelah tanggal 28 Mei 2008, tentang pakar telematika di negeri ini menerima tantangan dari Deddy Corbuzier yang katanya mau nebak apa yang akan terjadi di dunia pada tanggal 6 Juni 2008 nanti. Weh jadi aneh juga ya, padahal katanya kalo’ ramal meramal itu juga termasuk perbuatan syirik, nah apakah si pakar telematika ini juga ingin berbuat seperti itu ya… Tapi lebih enaknya baca aja deh yang ini…
Roy Suryo Layani Tantangan Deddy Corbuzier
Liputan6.com, Yogyakarta: Roy Suryo siap melayani tantangan Deddy Corbuzier untuk menebak apa yang akan dilakukan sang mentalis tersebut pada 6 Juni 2008 terkait fenomena dunia yang melibatkan banyak negara. “Saya diminta menebak sebelum kejadian, bukan setelah kejadian seperti yang dilakukan Deddy,” kata pemerhati telematika itu di Yogyakarta, Jumat (30/5) malam.
Berdasarkan kajian ilmiah, Roy memprediksi pada 6 Juni 2008 Deddy akan menebak hasil pertandingan olahraga yang melibatkan 16 negara dan finalnya berlangsung 29 Juni mendatang. “Prediksi ini saya kemukakan karena Deddy melontarkan tantangan, dan saya akan melayaninya. Saya mau melayani tantangan itu untuk menghormati profesionalitas Deddy,” jelas Roy.
Benar atau tidak tebakan Roy, tentu bisa dimaklumi semua pihak. “Saya sendiri menyadari bahwa profesi saya adalah pengamat multimedia atau pemerhati telematika, sehingga tebakannya bisa benar bisa salah,” ucap Roy.(BOG/ANTARA)
ROKOK
golek Kringet…
Tiap minggu pagi, sepertinya badan ini harus selalu melakukan aktifitas untuk menjebol atau mengurangi kadar lemak yang semakin menumpuk di tubuhku. Sepertinya timbangan ini semakin tambah terus, sering kali aku tersinggung bila mendapat selebaran yang menjajikan turun berat badan secara instan. Nah … antisipasi untuk pengurangan lemak di tubuhku ini, aku mencoba berbagai alternatif olah raga, dari olah raga pernafasan, ngosngosan di ranjang, dan banyak yang lainnya. Jebolnya aku temukan yang lebih menggairahkan meski ngosngosan pitpitan… wah jebol mak nyusssss…












